Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Penembakan Massal di Texas
Sumber: Christopher Lee/The New York Times-Seorang Pria Menurunkan Bendera Setengah Tiang Sebagai Simbol Berduka

Penembakan Massal di Uvalde, Texas: 19 Anak-Anak dan 2 Orang Dewasa Terbunuh, Terburuk Semenjak 2012 Lalu.



Berita Baru Kalimantan Barat, Internasional-Penembakan Massal kembali terjadi di Amerika Serikat, kejahatan tersebut dilakukan Salvador Ramos, remaja berusia 18 tahun pada 25 Mei 2022. Ramos membunuh 19 anak-anak dan 2 orang dewasa (yang berprofesi sebagai guru), kejadian ini langsung mendapat perhatian khusus dari Presiden Biden, ia berangkat menuju ke Texas dan mengunjungi keluarga korban, ia juga akan mengambil langkah politis, terutama dalam regulasi peredaran senjata, yang memang menjadi polemik di masyarakat.

Remaja berusia 18 tahun itu mengunggah status di facebook 30 menit sebelum ia berangkat menuju sekolah, ia mengunggah rencana nya untuk melakukan penembakan. Hal ini disampaikan Gubernur Texas, Abbot. Tapi hal itu dibantah oleh jurubicara dari Meta (facebook), dimana menurut mereka, Ramos tidak mengunggah status, tetapi menggunakan percakapan pribadi, antara dirinya dan orang lain, berlawanan dengan apa yang disampaikan Abbot.

Lebih gila lagi, sebelum Ramos berangkat ke sekolah, ia menembak neneknya sendiri, akibatnya wanita berusia 66 tahun tersebut harus dirawat di rumah sakit dan sedang berada dalam kondisi kritis.

Tidak lama, dengan menggunakan mobil milik sang nenek, Ramos berangkat menuju sekolah, di sana ia memasuki ruangan sekolah melalui pintu belakang, ia langsung memasuki ruangan yang dimana, secara desain, bagian dalam nya terkoneksi antara ruangan yang satu dan lainnya, di sana ia melakukan aksi keji tersebut.

Ramos berada di ruangan tersebut selama kurang lebih 30 menit, selama durasi tersebut ia menembak semua korban secara serampangan, ia juga mendapatkan perlawanan dari guru berada di dalam ruangan tersebut, namun naas akhirnya peluru ramos menembus badan kedua guru tersebut. Suara tembakan terus terdengar, kerumunan massa yang berlarian dan kedatangan para petugas dari berbagai lapisan penegak hukum semakin membuat suasana semakin kacau. Tidak berapa lama setelah koordinasi dan persiapan dilakukan, para petugas gabungan tersebut mendobrak pintu sekolah dan melakukan konfrontasi senjata secara langsung, alhasil membunuh Ramos dalam sekejap. Semua tindakan penanganan dan pengobatan tahap awal dilakukan untuk menyelamatkan korban yang masih dalam keadaan kritis pada saat itu.

Sumber: Brandon Bell/gettyimages-Seorang Wanita Anggota Kemasyarakatan
Memberikan Bunga Kepada Petugas Kepolisian

Ada beberapa hal yang menjadi perhatian  khusus terkait kejadian ini. berdasarkan penelusuran, Ramos membeli senjata yang digunakan dari sebuah toko olah raga, lengkap dengan 375 butir peluru. Masyarakat mempertanyakan bagaimana prosedur dan kelayakan seseorang dalam membeli senjata, regulasi dan pengawasan juga disorot, karena ada beberapa pendapat politis yang terbelah di Amerika sendiri terkait kepemilikan senjata.

Kedua, Ramos ternyata sering terlibat dengan perkelahian fisik semenjak usia muda. Beberapa teman Ramos memperlihatkan video dimana Ramos sedang berkelahi-dilansir dari CNN.

“Banyak di antara video tersebut memperlihatkan Ramos sedang berkelahi dengan seseorang di sekolah”  Ujar teman Ramos

Eva Mireles, seorang korban (guru) dalam penembakan tersebut, rasa tidak percaya namun penuh rasa bangga disampaikan anak dari Eva melalui akun twitter pribadinya. Postingan sang anak mendapatkan simpati dan belan sungkawa dari warga twitter, banyak juga doa, dukungan dan ada juga program pendanaan untuk keluarga korban beredar dalam thread milik sang anak.

“Mom, kamu adalah seorang pahlawan. Aku terus berkata pada diri sendiri bahwa kejadian ini tidaklah nyata. Aku hanya ingin mendengar suara mu” Tweet ini pun berlanjut “Aku ingin berterimakasih kepadamu, karena telah menjadi inspirasi bagi ku. Aku bangga menjadi anak mu. Ibu ku terkasih, kita akan berjumpa lagi” ujar sang anak. (YOA)