Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Sumber: The Times UK/Demo Menuntut Ditangkapnya Nupur Sharma Karena Menghina Islam dan Nabi Muhammad

Nupur Sharma, Jubir Partai Pemenangan India, Dikecam Negara Islam Karena Menghina Nabi Muhammad

Berita Baru Kalimantan Barat, Internasional-Nupur Sharma, wanita kelahiran 23 April 1985, bekerja sebagai seorang politisi, pengacara dan juru bicara untuk partai pemenang, sedang menerima karma dari kelakuannya, menghina Islam dan Nabi Muhammad

Apa yang terjadi?

Nupur telah melakukan kesalahan besar, karena ia mengeluarkan komentar kontroversi terhadap Nabi Muhammad, terkait dengan usia dari Aisha ketika melangsungkan pernikahan, dimana Aisha adalah istri ketiga dari Nabi Muhammad.

Pada 26 Mei 2022, Sharma berpartisipasi di Masjid Gyanvapi, disiarkan oleh salah satu televisi nasional India. Di debat tersebut, ia terlihat menghina Nabi Muhammad.

Rekaman dari debat yang mencoreng nama Islam tersebut disebarluaskan oleh Mohammed Zubair, pendiri dari Alt News di media sosial.

Setelah mencuat ke media, Sharma menyampaikan bahwa ada dugaan editan yang berlebihan terhadap video yang tersebar luas tersebut, yang belakangan dibantah oleh Mohammed Zubair melalui Alt News.

Sharma pun langsung didera hujatan dan tuntutan dari masyarakat. Bahkan ia mengaku mendapatkan ancaman pemerkosaan dan pembunuhan. Pihak kepolisian Delhi pun tanggap memberikan perlindungan kepada Sharma.

Atas aksinya, negara Islam di seluruh dunia mulai memberikan perhatian khusus terhadap hal ini, tidak hanya ditujukan kepada Sharma, tetapi juga partai BJP bahkan hingga Narendra Modi, tidak hanya melalui media sosial, namun hingga pernyataan resmi kenegaraan yang dapat mengancam keberlangsungan kerjasama antara India dan negara-negara lain.

Qatar, Arab Saudi, Kuwait, Yordania, Oman, Uni Emirat Arab, Pakistan, Afganistan, Bahrain Maladewa, Libya. Semua dengan terang-terangan menunjukkan sikap terhadap kasus ini.

Tidak hanya menuntut permintaan maaf, tetapi juga menuntut agar Sharma segera ditahan.

Pada 5 Juni, Sharma secara resmi diberhentikan dari BJP, partai tersebut juga menyatakan bahwa mereka tidak membenarkan apa yang dilakukan oleh Sharma.

“BJP dengan sangat keras mengecam segala ujaran kebencian dan hinaan yang ditujukan kepada agama apapun dan siapapun” Pernyataan BJP kepada awak media.

Sharma mengatakan bahwa ia dengan sukarela dan tanpa syarat untuk menarik semua pernyataan yang telah merugikan dan menyakiti banyak orang, tetapi ia juga berusaha membenarkan dan mengklaim bahwa ucapan dirinya merupakan sebuah tanggapan balasan terhadap penghinaan yang terus menerus dilakukan terhadap Dewa Siwa. (YOA)