Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Ekonomi
Ilustrasi Batu Bara

Batu Bara Memacu Resistensi Ekonomi Indonesia

Beritabaru Kalbar, Nasional – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam acara Indonesia Data and Economic Conference (IDE) yang digelar pada hari Kamis, 7 April 2022, menatakan bahwa ekonomi Indonesia dapat mengatasi berbagai efek negatif yang diakibatkan oleh perang.

Ia juga mengatakan bahwa perang dapat mengakibatkan inflasi. Tekanan dan ketidakstabilan pasar dunia ini memperketat kebijakan keuangan Bank Sentral Dunia, yang justru menambah rapuhnya kepastian keuangan secara menyeluruh.

Indonesia secara data, dikuatkan oleh kinerja neraca perdagangan, dimana surplus masih terus dicetak oleh rekam jejak perekonomian beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Nasional, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus USD 3,8 Milyar pada bulan Februari saja. Tren peningkatan surplus ini dimulai sejak awal tahun 2022.

Aspek ekspor sendiri tumbuh diangka 34.14% secara tahunan, dimana komoditas unggulan yang menjadi parameter utama adalah batu bara, CPO dan nikel.

Asian Development Bank (ADB) melihat bahwa dalam volume ekspor barang Indonesia, dapat terjadi penurunan dalam tahun ini, meski demikian naiknya harga akan menutupi kekurangan volume ekspor untuk kedepannya.

Seiring dengan hal tersebut, dilansir dari www.sxcoal.com, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia telah menetapkan Harga Batubara Acuan (HBA) terbaru, dimana pada bulan Maret, HBA berada diangka USD 203.69/ton dan mengalami peningkatan HBA pada bulan April menjadi USD 288.4/ton, meningkat hingga mencapai 50% dari nilai sebelumnya.

Kepala Biro Komunikasi, Informasi dan Kerjasama, Agung Pribadi menyatakan bahwa mhaga batu bara yang meningkat dipicu oleh kekhawatiran pasar global akan pemenuhan permintaan energi akibat invasi Rusia kepada Ukraina.

Salah satu faktor lain adalah meningkatnya penggunaan listrik di Negri Tirai Bambu, sehingga meningkatkan harga dan biaya pemulihan ekonomi di negara lain yang turut memberikan sumbangsih dalam hal ini.

Akhir pekan lalu, terpantau harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia), berada di USD 214.95/ton, melonjak 4.29% dari penutupan sebelumnya.

Dalam dunia batu bara, Indonesia memang memegang peranan penting, sebagai eksportir batu bara terbesar di dunia, volume batu bara yang dikeluarkan Indonesia, akan menjadi faktor penting tentang bagaimana reaksi pasar global dan keberlangsungan stabilitas pasar secara menyeluruh.

Bagaimana sikap Indonesia terhadap pasar juga akan memberikan efek yang tentu saja berkepanjangan, dengan segala aparatur, pertimbangan teknis dan lobi-lobi kenegaraan, diharapkan kita dapat mengoptimalkan momentum ini dan mencoba bangkit sebagai poros ekonomi dari sektor energi, yang tentu saja tetap terlihat elegan tanpa mengakibatkan hal negatif bagi kerjasama antar negara kedepannya. (YOA)