Berita

 Network

 Partner

TAKE
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, Direktur Eksekutif Perkumpulan Terbatas untuk Pengakajian Masyarakat Adat (PtPPMA) Papua Naomi Marasian, Ahmad Taufik dari The Asia Foundation (TAF), dan Sely Martini dari The Reform Initiative dalam Podcast Seri 3: Belajar Dari Penerapan TAKE Kabupaten Jayapura, Selasa (5/10).

TAKE, Inovasi Kebijakan Anggaran untuk Mensejahterakan Warga Kampung

Berita Baru, Jakarta – Kabupaten Jayapura menjadi salah satu daerah yang mengadopsi Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE). TAKE tersebut merupakan gagasan yang dikembangkan koalisi masyarakat sipil dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan warga desa dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw menegaskan bahwa sudah seharusnya memperkuat kampung dengan siasat program dan anggaran. Meskipun, lanjutnya, warga desa saat ini sudah sangat kreatif dalam mengembangkan ekonomi dengan tetap menjaga kelestarian alamnya.

 “Memang perlu kita siasati anggaran bagaimana kampung bisa melakukan upaya-upaya pemberdayaan dan bisa perlindungan untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya dalam acara Podcast seri ke-3 Festival Inovasi Ecological Fiscal transfer (EFT), Selasa (5/10).

Konsultan The Asia Foundation (TAF), Ahmad Taufik menegaskan, Jayapura sebagai pionir daerah yang pertama kali menerapkan TAKE di Indonesia. Bersama para mitra, lanjutnya, TAF berupaya mendorong akselerasi pembangunan hijau di tingkat kabupaten dengan mendorong upaya pemberdayaan masyarakat.

“Melalui kegiatan Ekonomi yang tetap berorientasi untuk kelestarian lingkungan hidup. dari beberapa upaya yang dilakukan salah satunya mengenai advokasi kebijakan fiskalnya. Sehingga ada keberpihakan dari pemerintah daerah mendorong skema anggaran dengan konsep berbasis kinerja berbasis ekologi,” ujarnya.

Menurut Taufik, dari awal advokasi, pihaknya sudah melihat keinginan yang kuat dari Bupati Jayapura yang memilki orientasi mendorong kelestarian sumber daya alam sebagaimana tercermin dalam visi-misinya.

“Pak bupati sangat kuat orientasinya untuk mendorong kelestarian, khususnya .kelestarian SDA di Jayapura melalui pendekatan dengan masyarakat adat. Dan itu sangat terlihat jelas dari komitmen pak bupati untuk bisa memasukkan keberpihakannya di dalam skema reformulasi alokasi dana kampung,” tutur Taufik.

Naomi Marasian dari PtPPMA, selaku mitra TAF, mengatakan bahwa TAKE di Jayapura memang seiring dengan dengan adanya komitmen political will dari pemkab Jayapura dengan kebijakan mengembalikan jati diri masyarakat adat.

“Kita lihat ini adalah ruang dan peluang yang memang harus kita sama-sama berkontribusi di situ. Karena kita bicara dalam ruang yang sama, wilayah yang sama, komunitas yang sama. Sehingga kemitraan atau relasi penting kita bangun,” ujar Naumi.

Dalam kesempatan seri Podcast itu, Naomi juga menyampaikan, penerapan TAKE di  Jayapura menjadi pembelajaran untuk daerah lain dalam mendesain SDA berbasis kelestarian dengan disertai kebijakan pemanfaatan wilayah atau ruang yang tidak merusak dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat.