Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Sumber: Dokumentasi Pihak Freeport LNG Sebelum Terjadi Kebakaran

Fasilitas Ekspor LNG milik Freeport di Texas Meledak, Gas di Eropa Bakal Langka



Berita Baru Kalimantan Barat, Internasional-Freeport LNG, salah satu pabrik dan fasilitas ekspor terkait komoditi LNG, akan tutup selama 3 minggu ke depan dikarenakan salah satu fasilitas milik mereka di Texas yang bernama Texas Gulf Coast Facility meledak, meningkatkan resiko kelangkaan gas alam, terutama di Eropa.

Fasilitas ini merupakan fasilitas terbesar yang ditenagai oleh motor listrik di seluruh dunia, dimana dapat mengurangi emisi hingga 90% dibandingkan dengan pabrik yang menggunakan turbin pembakaran.

Kebakaran yang terjadi, tidak memakan korban jiwa ataupun koran luka, hal ini disampaikan oleh pihak Freeport LNG.

Sumber: reuters.com/Air dari Pemadam Kebakaran Disemprotkan Ke Titik Api

Freeport LNG sendiri berkontribusi sebesar 20% untuk semua proses LNG di Amerika, sementara berhenti berproduksi karena telah terjadi ledakan dengan skala yang lumayan besar.

Harga Gas Alam di pasar saham pun terkoreksi menurun, karena ada spekulasi pasar akan menurunnya kebutuhan gas alam dalam negeri.

Klien dari Freeport LNG yang terdata antara lain BP, TotalEnergies, Osaka Gas, Jera dan SK.

Efek yang paling cepat, dirasakan oleh benua biru, sehari setelah kejadian, harga gas meningkat, pasar Eropa yang bergejolak, ditambah pengurangan suplai gas dari Rusia. Sementara berdasarkan rekam penjualan, 70% suplai bulanan yang dilakukan oleh Freeport LNG selama beberapa bulan terakhir adalan Eropa dan Inggris.

Sumber: reuters.com/Mobil Pemadam Kebakaran Tampak Di Lokasi Kejadian

“Hal ini merupakan penurunan produksi yang signifikan, terutama di Amerika” Ujar Alex Munton, Direktur Rapidan Energy, sebuah badan penelitian minyak & LNG.

“Kapal milik Freeport yang keluar dari fasilitas tersebut berdasarkan rekam jejak, tercatat sebanyak 4 cargo dalam 1 minggu, dan penutupan fasilitas selama 3 minggu, diperkirakan akan berkurang suplai LNG sebesar 1 Juta Ton LNG di pasaran” Tambah Munton.

Menurut perwakilan dari pihak Freeport LNG, investigasi internal untuk mengetahui penyebab kebakaran telah dilakukan, namun ia tidak menjelaskan lebih jauh mengenai dugaan awal penyebab terjadinya kebakaran. (YOA)