Berita

 Network

 Partner

Satgas Pamtas
Foto: Instagram @yonif_mekanis643wanarasakti

Bantu Sesama, Satgas Pamtas TNI Berikan Bantuan Santunan dan Paket Sembako Kepada Warga Disabilitas Di Perbatasan

Berita Baru Kalbar – Bengkayang, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns berikan santunan dan sembako kepada warga disabilitas yang terdampak pandemi Covid-19 di Desa Jagoi Babang, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang.

Menurut rilis Dansatgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns, Letkol Inf Hendro Wicaksono,S.I.P dalam keterangan tertulisnya di Makotis Entikong, Sanggau, pada Jumat (8/10/2021), kegiatan pemberian santunan dan paket sembako kepada warga disabilitas ini dilakukan oleh 7 orang personel Pos Koki Jagoi Babang dipimpin Danki Lettu Inf Oki Abri Maestro bertempat di Desa Jagoi Babang.

Dansatgas mengatakan, penyerahan bantuan santunan dan sembako dilaksanakan secara langsung dengan sistem jemput bola mendatangi rumah warga penerima bantuan tersebut.

Penyerahan sembako ini merupakan salah satu jaring pengaman sosial bagi warga disabilitas terdampak Covid 19 sesuai arahan pimpinan tentang penanggulangan Covid-19 bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

Foto: Satgas Pamtas

“Tujuannya untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar bagi penyandang disabilitas terdampak wabah COVID-19 di wilayah Desa Jagoi Babang,” terang Dansatgas.

“Penyaluran bantuan sembako merupakan salah satu upaya negara hadir bagi masyarakat. Situasi darurat saat ini, mengharuskan TNI dalam hal ini Satgas Pamtas dapat mewujudkan performa yang Humanis, Adaptif, Dedikatif, Inklusif dan Responsif untuk menjangkau masyarakat melalui kebijakan dan program-programnya,” tambahnya.

Sementara itu, Danki SSK II Jagoi Babang Lettu Inf Oki mengatakan pemberian santunan dan paket sembako ini dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan warga disabilitas yang mengalami kesulitan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19.

Satu di antara penerima bantuan, Ibu Wira turut menyampaikan rasa terima kasih kepada Satgas Pamtas yang telah memberikan bantuan santunan dan sembako kepadanya, karena keterbatasan fisik membuat dirinya tidak dapat bekerja untuk pemenuhan kebutuhan hidup.