Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Angin Topan melanda 6 Negara Bagian di Amerika Serikat, Beberpa Daerah Porak-poranda

Berita Baru Kalbar, Internasional – Paling tidak sebanyak 70 orang meninggal di Kentucky karena terjebak dalam reruntuhan pabrik lilin. Di gudang Amazon Illinois sendiri, setidaknya terdapat 6 korban dengan luka berat akibat runtuhnya atap gudang tersebut.

Banyak orang mengalami trauma berat, beberapa komunitas yang tersebar di Midwest dan South terlihat menggali reruntuhan pada hari Sabtu 11 Desember 2021, tepat setelah badai dan topan menyapu bersih 6 Negara Bagian dalam 1 hari saja.

Pejabat Kentucky, Andy Beshear mengatakan bahwa, paling tidak 70 orang meninggal dunia dan dapat bertambah setidaknya melebihi 100 orang. Kentucky sendiri dilanda 4 topan ditambah 1 topan yang terbentuk di ketinggian rendah dengan kecepatan 200 mil per jam.

Di Mayfield, 110 orang berlindung di dalam pabrik lilin ketika tornado menghantam. 40 orang berhasil diselamatkan, tetapi menurut Andy Beshear, lusinan orang kemungkinan terbunuh di sana.

“ini menjadi bencana dengan tingkat kehancuran yang belum pernah saya saksikan sebelumnya” Tutur Andy Beshat dilansir dari New York Times.

Topan juga menyerang Arkansas, di mana lansia berusia 94 tahun meninggal dan 5 orang terluka.

Kehancuran karena badai dan topan ini juga mengakibatkan krisis listrik di beberapa negara bagian. Diperkirakan 77.000 orang di Kentucky dan 53.000 di Tennessee tidak mendapatkan pasokan listrik semenjak Sabtu.

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menyatakan bahwa dia telah menyetujui perubahan status bencana ini menjadi darurat, terutama untuk Kentucky.

Para peneliti belum yakin akan adanya hubungan antara perubahan iklim dan frekuensi atau kekuatan dari topan tersebut karena kurangnya data dan penelitian. Namun mereka memperkirakan bahwa akan terbentuk suatu komplek daerah badai dan topan, disebut sebagai komplek badai yang sedang bergerak menuju ke arah timur Amerika Serikat. (Yos)

Sumber: New York Times